Hampir semua penulis adalah peniru yang kreatif. Tidak ada sesungguhnya karya yang orisinil. Penulis meniru dari semua yang dilihatnya, didengarnya, dan dirasakannya. Kemudian melalui proses kristalisasi pemikiran maka keluarlah sebuah ide yang akan dijadikan tulisan.
Tidak mungkin seorang penulis tanpa pernah membaca tulisan orang lain. Bukankah dengan membaca maka apa yang dibaca akan terekam dalam benak kita kemudian menjadi sumber inspirasi untuk ditulis. Tidak mungkin seorang penulis tidak pernah mendengar pemikiran-pemikiran orang lain. Bukankah mendengar juga bisa dijadikan sumber inspirasi.
Proses meniru kreatif tidak bisa disebut plagiat karena tentu saja kita tidak mentah-mentah meng-copy paste tulisan orang lain. Kita tahu banyak sekali buku tentang menulis. Mulai dari Mengarang Itu Gampang (Arswendo Atmowiloto-1982), kemudian muncul Menulis Skenario Itu Gampang (Gola Gong-1997), Agar Menulis-Mengarang Itu Gampang (Andrias Harefa-2002), Menulis Artikel Itu Gampang (Nurudin-2002).
Bukankah buku yang ditulis para penulis ketiga terakhir itu adalah sebuah proses meniru kreatif. Dibaca dari judulnya saja tentu kita bisa tahu bahwa ada proses meniru secara kreatif yang dilakukan oleh ketiga penulis tersebut.
Ada komentar?
Gilang Perkasa
Sebentar lagi akan meluncurkan website
situsnya orang indonesia
p.s.: Siapa pun yang ingin mempromosikan buku karyanya dipersilahkan kirim email ke gilang.perkasa@yahoo.com
(untuk produk buku - promosi gratis).
0
komentar
0
komentar
2017